oleh

Brigjen Pol Agung Makbul Paparkan ini, di hadapan Mahasiswa Galuh Ciamis

 

Jabar,Zonabuser.com-Karosunluhkum Divisi Hukum Mabes Polri Brigjend Pol. Dr.Agung Makbul Drs., S.H., M.H. memberikan Orasi Ilmiah di hadapan 2800 mahasiswa baru Universitas Galuh Ciamis dalam acara “Bersama Menangkal Paham Radikalisme” (05/09/2019).

Dalam orasi ilmiah tersebut, Jenderal Bintang Satu ini menjelaskan Radikalisme begitu gencar dibicarakan beberapa kalangan. Tidak hanya itu, kata “Radikalisme” selalu berpasangan dengan “Ekstrimisme”, “Terorisme” dan istilah-istilah lain yang mencirikan paham garis keras.

“Secara garis besar gerakan radikalisme disebabkan oleh faktor ideologi dan faktor non-ideologi seperti ekonomi, dendam, sakit hati, ketidakpercayaan dan lain sebagainya,” paparnya

Faktor ideologi sangat sulit diberantas dalam jangka pendek dan memerlukan perencanaan yang matang karena berkaitan dengah keyakinan yang sudah dipegang dan emosi keagamaan yang kuat.

“Faktor ini hanya bisa diberantas permanen melalui pintu masuk Pendidikan (soft treatment) dengan cara melakukan Deradikalisasi secara evolutif yang melibatkan semua elemen,” terangnya

Problem paham radikalisme memang sudah bukan lagi barang baru di negara ini, namun akhir-akhir ini, fenomena ini cukup mengkhawatirkan. radikalisasi merambat dalam beberapa wilayah, termasuk wilayah Perguruan Tinggi.

Paham radikal telah banyak mengalami kamuflase sesuai tempat dan kondisinya, paham-paham ini menyusup berganti kulit melalui kegiatan-kegiatan mahasiswa dengan cara memberikan bantuan dana kegiatan.

Pada saat itulah, ideologi doktriner paham radikal ditanam, kemudian tumbuh subur, merambat ke wilayah lain. Saat ini generasi muda sedang merasakan musim radikal yang banyak bermuculan di berbagai belahan perguran tinggi Indonesia.

Brigjend Pol. Dr. Agung Makbul Drs., S.H., M.H. mengajak mahasiswa dalam Bela Negara yang Berhaluan pada Pancasila, Undang Undang Dasar 1945 Pasal 27, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk ikut memperkuat upaya melawan radikalisme di kampus.

Menurutnya, arus Radikalisme di Indonesia mencatat perlu adanya pengoptimalisasian peran dalam lembaga pendidikan formal maupun non-formal, termasuk dalam lingkungan Perguruan Tinggi, di dalam upaya mencegah dan mencari solusi jangka cepat, upaya pencegahannya melalui dialog dan edukasi. Terangnya

Diakhir Orasinya dirinya Mengajak Mahasiswa guna bersama berperan Aktif dalam pencegahan sedini mungkin praktik radikalisme, dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti kegiatan edukasi, kreatif, inovatif, produktif dan kooperatif berbasis UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” pungkas Brigjend Pol. Dr. Agung Makbul. (A2M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :